Tanamur : sejarah party di Jakarta

SHVR
SHVR
Tanamur : sejarah party di Jakarta

Sebagai para pejuang party, pasti kalian udah nggak asing lagi deh sama berbagai club seru di Jakarta. Apalagi yang biasanya udah jadi langganan Senoparty, mulai dari sing along di Holywings sampai joget desek-desekan di Zodiac pasti udah pernah dirasain semua. Nah, tapi rasanya kurang lengkap nih kalau para Shiverian yang udah sering nikmatin party di Jakarta tapi nggak tau sejarah di belakangnya. Salah satunya yang paling berpengaruh dalam perkembangan dunia party Jakarta adalah Tanamur.

Image source: Jakarta100bars


Tanamur itu sebenernya singkatan dari Tanah Abang Timur yang merupakan diskotik pertama dan tertua di Jakarta. Berdiri pada 12 November 1970, Tanamur sukses mengubah party culture di Jakarta. Sebelum ada Tanamur, di Indonesia emang udah banyak banget night club yang dibangun di Jakarta, namun menurut Teguh Esha dalam wawancaranya bersama historia.id, dia mengatakan kalau pengunjung night club di masa itu lebih di dominasi orang tua, pengusaha, atau pun pejabat. Jadi belum ada tuh kumpulan anak muda kaya yang kalian rasain sekarang.

Akhirnya Ahmad Fahmy Alhady yang merupakan pendiri dari Tanamur melihat peluang di situ. Ahmad ingin mengubah image night club yang selalu identik dengan sesuatu yang formal menjadi alternatif hiburan untuk banyak orang dari berbagai kalangan dengan suasana yang lebih bebas dan santai. Akhirnya pada awal Tanamur berdiri, mereka hanya memainkan musik dari piringan hitam atau kaset yang ter-influence dari diskotik dan night club yang ada di Amerika, Jerman, dan Paris yang saat itu sedang hype musik disko.

Image Source: JPNN.com

Awalnya banyak orang yang asing dengan konsep diskotik ini, malahan banyak juga yang baru pertama kali mendengar kata “diskotik” karena adanya Tanamur ini. Pada saat itu Tanamur ngebawa new norm for party culture di Jakarta karena di sini orang bisa bebas joget ajojing tanpa harus takut melanggar aturan formal seperti yang ada pada night club kebanyakan pada waktu itu. Another fun fact, Tanamur juga berhasil mencapai tujuannya karena 60 persen pengunjung Tanamur adalah anak muda.

Image Source: Historia.id

Selain menjadi diskotik pertama di Jakarta, Tanamur juga menjadi diskotik pertama di Asia Tenggara yang membuat tempat ini nggak cuma terkenal dikalangan orang dalam negeri tapi juga para turis dari luar negeri. Berbagai artis dari luar negeri pun seperti Muhammad Ali, Chuck Norris, Ruud Gullit sampai Bee Gees pun pernah terlihat mengunjungi Tanamur.

So, kayanya emang kita mesti ngucapin big thanks to Tanamur yang udah berhasil ngerubah party culture di Jakarta yang bisa dinikmati oleh siapa pun. Kira-kira para Shiverian ada yang tau sejarah lain tentang party culture di Jakarta nggak nih? Coba kasih tau kita dong di comment section!

Share article